FOB berguna jika produk, titik muat, dan tanggung jawab sudah jelas dalam dokumen komersial. Untuk pembelian kopi Indonesia, RFQ yang kuat menghubungkan spesifikasi kopi dengan rencana shipment sejak awal.
1. Identifikasi produk dengan jelas
Cantumkan green atau roasted, Arabika atau Robusta, origin, kebutuhan proses/grade, serta data teknis yang dibutuhkan tim kualitas. Hindari hanya menulis “kopi Indonesia premium”.
2. Cantumkan volume komersial
Untuk green coffee PT Sumatra Jawa Soil, MOQ komersial standar saat ini sekitar satu container 20ft, kurang lebih 19 MT per origin. Format roasted memiliki MOQ kerja berbeda sesuai konfigurasi retail atau HORECA.
3. Tentukan kebutuhan sampel
Jika sesuai, minta dan approve sampel sebelum order lebih besar. Pembahasan sampel perlu mengidentifikasi lot atau profil komersial yang direpresentasikan.
4. Konfirmasi kemasan
Untuk green coffee, karung goni 60 kg merupakan kemasan standar saat ini, dengan GrainPro berdasarkan permintaan. Roasted coffee dapat memakai pouch valve retail atau bag bulk HORECA.
5. Konfirmasi pelabuhan muat FOB
Opsi dalam profil saat ini meliputi Belawan, Tanjung Priok, dan Tanjung Perak. Pelabuhan final mengikuti origin dan rencana shipment dan perlu tercantum dalam quotation.
6. Cantumkan dokumen sebelum konfirmasi order
Sampaikan kebutuhan negara tujuan yang sudah diketahui sebelum order final. Dokumen sisi penjual dapat mencakup dokumen shipment komersial serta, bila berlaku, phytosanitary atau dokumen asal. NIB adalah registrasi usaha, bukan sertifikasi kualitas kopi. Lihat panduan dokumen ekspor.
7. Pastikan tanggung jawab impor buyer jelas
Importir perlu mengonfirmasi izin tujuan, bea cukai, pajak, aturan pangan/tumbuhan lokal, dan registrasi yang diwajibkan. Persyaratan berbeda antar pasar dan tidak boleh diasumsikan dari checklist ekspor umum.
8. Minta quotation terkini
Setelah spesifikasi dan brief shipment jelas, kirim RFQ untuk penawaran komersial terkini.